Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Beli Saham yang Tepat

Trading saham membutuhkan strategi analisis teknikal agar anda dan saya bisa meraup profit maksimal. Di satu sisi, terkadang trader merasa kurang percaya diri dengan analisisnya karena terkesan "kurang wah" (tidak menghasilkan profit puluhan persen seperti saham2 lainnya). 

Banyak trader yang "hanya" bisa dapat profit 3-5%, sedangkan saham2 lainnya bisa naik sampai puluhan persen. Contohnya, ketika saham2 batu bara pernah mengalami kenaikan jangka pendek yang jauh lebih kencang dibandingkan sektor lainnya, kita sudah bisa menebak pasti akan ada banyak trader di grup dan analis yang mengatakan: 

"Yang beli saham batu bara pasti sekarang sudah kaya. Naiknya 40% sejak awal bulan."

"Jika kita beli saham ini di awal tahun di harga 500 dan jual di harga 2.000, maka return kita sudah puluhan kali lipat."


Karena adanya pernyataan2 seperti ini, trader akhirnya merasa minder dengan analisisnya:

"Sayang sekali saya nggak beli saham batu bara. Coba saya beli saham ini dari awal saya bisa liburan sekarang."

Akhirnya, trader merasa strategi analisis dan membeli sahamnya kurang tepat (dan ini sebenarnya kurang baik juga untuk psikologis trader, karena hal ini menunjukkan trader kurang bersyukur). 

Meskipun ada saham sektor tertentu yang naik kencang di saat2 yang tidak terduga, masalahnya kita tidak akan pernah tahu sebelumnya, apakah sektor ini memang akan naik sekencang itu.

Jika kita memng tahu kalau ada saham2 yang bakalan naik sangat kencang dibanding saham2 lainnya, sudah pasti anda dan saya akan mengalokasikan modal full di saham tersebut dan nggak perlu lagi melakukan strategi diversifikasi, right? Baca juga: Diversifikasi atau Konsentrasi Saham?

Kita harus menganalisis sektor saham yang potensial, karena di pasar saham ada prinsip: cut your losses short, and let your profit run. Camkan kata-kata 'Let your profit run'. Kita semua ingin dapat profit gede.

Namun, trader juga tidak boleh gegabah dalam membeli saham. Analisis dan memetakan risiko trading tetaplah hal utama yang perlu diperhatikan. 

Jadi, strategi beli saham yang tepat: Anda harus tetap fokus pada analisis anda, dan fokus pada kondisi ekonomi makro, kondisi IHSG dan jangan terlalu menyesal kalau ketinggalan momen. 

Ada pepatah: Saham tetangga lebih hijau. Memang akan ada banyak sekali saham yang sedang naik. Tetapi modal anda juga terbatas. Anda tidak mungkin membeli semua saham, kan? Di pasar saham, kesempatan akan selalu ada selama harga saham bergerak. 

Selama anda bisa mendapat profit konsisten, anda bisa bertahan dan tidak rugi, anda bisa mengetahui kapan anda harus keluar dari market, sebenarnya itu sudah jauh lebih baik daripada anda sekedar membayangkan saham2 yang sudah naik dan anda tidak sempat membeli. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.