Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Menggunakan Moving Average Saham yang Benar

Kita semua sebagai pasti mengerti apa itu indikator moving average (MA). Yap, indikator MA ini sebenarnya multi-fungsi. Selain bisa digunakan untuk membantu menentukan tren harga saham, membantu dalam penggunaan support dan resisten, garis MA juga bisa menjadi sinyal entry beli dan jual. 

Itulah mengapa banyak trader yang menyukai indikator MA. Indikator MA menjadi sangat populer ketika indikator ini digunakan oleh analis, para pakar, maupun pendapat2 trader di grup2 saham. 

Saya menulis pos ini karena banyak sekali trader bertanya tentang penggunaan indikator MA:

"Pak Heze bagaimana cara menggunakan MA yang benar?" 

"Saya sebaiknya pakai MA 5 atau MA 60 untuk menghasilkan sinyal lebih bagus?"

"Sinyal MA 50 kok lambat sekali rasanya. Apa nggak lebih baik pakai MA 5 saja. Bagaimana menurut pandangan Pak Heze?"

"Mengapa MA sinyal-nya sering menipu trader? Bagaimana caranya menggunakan MA yang paling akurat?"

Dan masih banyak pertanyaan lain yang serupa. Sebelum saya menjelaskan lebih dalam tentang penggunaan MA, karena banyak sekali trader yang penasaran dengan MA periode pendek (dalam hal ini MA 5) dan MA periode agak panjang (MA 50 or MA 60), maka saya akan jelaskan sedikit tentang periode waktu MA. Perhatikan grafik dibawah ini. 


Garis hijau adalah MA 5 dan garis biru adalah MA 60. MA 5 berarti MA 1 minggu dan MA 60 berarti rerata pergerakan MA selama 2 bulan. Jadi konsepnya, semakin pendek garis MA, maka garis MA akan memberikan sinyal yang lebih cepat dan lebih dekat dengan pergerakan harga. 

Nah, dalam grafik terlihat bahwa MA 5 sangat dekat dengan candlestick. Sisi bagusnya, sinyal MA 5 lebih cepat terbaca. Kekurangannya, MA 5 terkadang membingungkan trader (saking dekatnya dengan candle, sinyal terkadang bisa membingungkan), dan MA 5 lebih banyak memberikan sinyal palsu. 

Bagaimana dengan MA periode lebih panjang? Konsepnya sama saja, hanya MA lebih panjang tentu akan memberikan sinyal lebih lambat. MA periode panjang ada kemungkinan juga menghasilkan sinyal palsu, karena kondisi market yang bisa berubah drastis, membuat prediksi trader meleset sangat mungkin. 

Saya tidak bisa mengatakan mana yang lebih bagus antara MA 5 atau MA 60, karena semua orang punya preferensi dan time frame trading yang berbeda satu dengan lainnya. 

Anda mungkin berpikir: "Berarti MA yang mana donk yang cenderugn lebih akurat? Kok palsu semua?"

Waktu masih pemula, saya selalu mencari MA yang sempurna. Sayangnya, MA yang sempurna itu tidak pernah saya temukan. Mau pakai MA 5, MA 60, MA 100, tidak ada MA yang sempurna. Lho kok?

Aplikasi dan penerapan MA saya akui tidak sulit. Namun anda tidak bisa hanya mengandalkan MA untuk analisis. Hei teman, bukanlah analisis teknikal itu bukan hanya MA saja? 

MA merupakan indikator, tapi MA juga bukanlah satu-satunya indikator. Kalau anda mempelajari analisis teknikal, anda akan menemukan banyaaaaak indikator selain MA. Trader sering terpatok dengan MA karena manfaat MA cukup banyak dan MA populer.

Padahal, MA pun tidak akan bisa menjadi patokan yang kuat kalau anda tidak meng-kombinasikan dengan indikator atau analisis teknikal klasik lainnya. Bukan berarti MA jelek lhoo.... 

Sepengalaman saya, MA akan akurat jika dikombinasikan juga dengan indikator lainnya, TERUTAMA dikombinasikan dengan pola-pola candlestick, tren analisis support-resisten manual dan KONDISI MARKET ITU SENDIRIMengenai strategi analisis teknikal secara lengkap, anda bisa mendapatkannya disini: Buku Saham. 

Terkadang saya menemukan saham blue chip yang MA-nya sudah mendukung untuk beli, tetapi karena kondisi market global yang sedang tidak mendukung, dan posisi saham yang masih menuju support, maka saya mengurungkan niat untuk membeli sahamnya. Dan anda tahu sendiri kan, kalau IHSG jeblok saham2 blue chip biasanya akan ikut anjlok.

Jadi cara menggunakan indikator moving average yang benar adalah kombinasikanlah penggunaan MA dengan analisis lainnya. MA adalah indikator yang bagus, tapi MA bukan syarat mutlak dalam analisis. Sama seperti indikator lainnya, indikator lain juga bukan syarat mutlak.

Oke sampai disini saja.. Saya rasa anda sudah cukup jelas mengenai MA. Semoga bermanfaat dan salam cuan.. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.