Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Trading Saham untuk Mengalahkan Market

Cara mendapatkan profit dari pasar saham adalah anda harus bisa mengalahkan market. Tapi bagaimana cara mengalahkan market? Bukankah kita yang harus mengikuti pergerakan market? Kalau kita melawan market, maka kita tidak akan pernah bisa menang. 

Tenang... Mengalahkan market disini bukan berarti melawan pergerakan market. Beat the narket artinya anda harus mengikuti pergerakan market. Kalau anda bisa mengikuti pergerakan market, anda pasti bisa meminimalisir risiko kerugian. 

Masalahnya tidak banyak trader yang paham bagaimana cara mengikuti market. Akhirnya banyak trader yang asal-asalan beli saham dan akhirnya terjebak pada saham yang salah. 

Agar anda bisa mengikuti market, anda memang harus jeli melihat saham2 yang sedang potensial untuk ditradingkan atau dibeli untuk jangka menengah. Saya kasih satu contoh kasus yang sudah pernah penulis alami sendiri: 

Di tahun 2017, IHSG mencetak rekor baru sepanjang sejarah dengan menembus level IHSG diatas 6.000. Yap, IHSG tepatnya ditutup di level 6.355 atau mengalami kenaikan sebesar 19,7% dalam satu tahun tanpa ada koreksi yang berarti.

Namun, saat IHSG sedang naik tinggi-tingginya justru sebagian besar saham mengalami penurunan. Lho kok bisa? Itulah fakta yang terjadi dan selama penulis trading di pasar saham, penulis sendiri baru pertama kali menghadapi kondisi pasar saham yang sangat aneh. Anda bisa baca lagi analisisnya disini: Ulasan Pasar Saham 2017. 

Lalu bagaimana strategi trading untuk mengalahkan market yang seperti ini?

Strateginya adalah: Carilah saham-saham apa saja yang memiliki pengaruh besar terhadap kenaikan IHSG. Sebagai contoh, tahun 2017 saham2 yang memiliki pengaruh besar terhadap IHSG adalah saham2 blue chip top caps, seperti BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, UNVR, GGRM, HMSP, PTBA. 

Maka dari itu, saya lebih cenderung untuk trading jangka pendek hingga jangka menengah di saham2 tersebut yang menjadi penggerak pasar dan yang uptrend tentunya. Sebagai contoh, salah satu saham yang saya tradingkan adalah saham BBRI. 

Penulis terus menambah porsi saham BBRI karena penulis melihat BBRI ini adalah salah satu saham potensial yang bisa naik ditengah-tengah penurunan kebanyakan harga saham pada saat itu.  

Oh iya, supaya nggak terkesan hoax, saya tampilkan rincian transaksi saya beli saham BBRI. Perhatikan transaksi saham BBRI saya dibawah ini.  


Keterangan: Saham BBRI yang saya dapatkan di harga 15.125, 15.475 sebanyak 2 kali, dan 16.125 adalah harga sebelum stock split yang saya beli dalam jumlah besar. Penulis mengumpulkan saham BBRI secara bertahap. (Penulis bisa menambah porsi BBRI atau langsung menjual BBRI tanpa ada pemberitahuan).  

Dan terbukti saham2 top caps ini memang mengalami kenaikan cukup signifikan. Saya hanya berpikir: Daripada membeli saham2 yang kesannya undervalued tapi ternyata masih turun terus, mending membeli saham2 yang memiliki pengaruh ke IHSG, karena IHSG mengalami kenaikan cukup signifikan. 

Jadi kalau membeli saham2 yang berpengaruh ke IHSG, maka kemungkinan besar return saham yang anda dapatkan akan lebih pasti.  

Itulah salah satu contoh strategi trading saham untuk mengalahkan market. Intinya, anda harus jeli mencari saham dan tidak gegabah atau asal-asalan membeli saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.