Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Belajar Analisis Teknikal: Cara Menemukan Analisa Teknikal Terbaik

Peran analisa teknikal dalam trading sangatlah penting. Bahkan kalau anda baru pertama kali mengenal pasar saham, anda sangat saya sarankan untuk mulai belajar analisa teknikal dulu.

Analisis teknikal memiliki banyak kelebihan. Anda bisa baca disini: Pemula Saham, Belajar Analisis Teknikal atau Fundamental Dahulu? Karena peran analisa teknikal sangat penting, tidak sedikit saya menerima pertanyaan tentang bagaimana strategi agar bisa mahir dalam analisa teknikal.

Memang analisa teknikal itu ada banyak sekali. Hal inilah yang sering membuat trader bingung (terutama trader pemula), harus mulai belajar analisa teknikal dari mana. Di pos ini, saya akan memberikan beberapa tips (yang sudah saya alami sendiri), cara belajar analisis teknikal saham untuk menemukan kombinasi analisa teknikal yang baik.  

1. Belajar analisa teknikal klasik 

Memulai praktik analisa teknikal, belajarlah analisa teknikal yang paling UMUM dan paling SIMPEL. Artinya, pelajarilah analisa teknikal yang paling lazim digunakan oleh kebanyakan orang, baik para analis, broker, trader.

Analisis teknikal yang paling umum dan simpel adalah analisa teknikal dengan cara menentukan titik support dan resisten, yaitu menarik garis beberapa manual titik support dan resisten suatu saham. Analisa ini disebut dengan analisa teknikal klasik. 

Menentukan titik support dan resisten sebenarnya tidak sulit dilakukan, karena tidak ada patokan benar dan salah dalam menentukan level support dan resisten. 

Anda hanya perlu melihat titik-titik support dan resisten terdekat dari suatu saham untuk bisa anda jadikan acuan. 

Salah satu penyebab trader sulit mencetak profit karena trader ingin mendapat profit dari sistem yang rumit, padahal sistem teknikal yang sering digunakan itulah yang sebenarnya lebih potensial untuk menghasilkan profit. Percaya atau tidak, saya sudah membuktikan sendiri. 

Faktanya, analisa yang sering digunakan, yang bisa lebih bagus dalam memprediksi adalah analisa teknikal yang simpel bukan analisa teknikal yang sulit dan bikin kepala pusing. 

2. Mempraktikkan indikator 

Setelah anda bisa menentukan support-resisten, anda bisa mencoba indikator seperti stochastic, moving average, bollinger bands, dan lain2. Indikator ini sifatnya sebagai tambahan untuk memberikan sinyal yang lebih pasti dari analisis teknikal klasik anda. 

Memang indikator ini sifatnya nggak harus, karena beberapa trader bahkan menganalisa saham tidak menggunakan indikator, tapi hanya analisis teknikal klasik. Tapi alangkah baiknya jika anda mempelajari indikator karena indikator juga sering digunakan kebanyakan orang untuk analisis. 

3. Menggunakan / mengembangkan strategi lanjutan. 

Setelah anda menguasai dua poin diatas, anda bisa mencoba mengembangkan strategi2 lain. Misalnya, analisa bid-offer, pola-pola candlestick, chart patter dan lain2. Saya juga membahas banyak strateginya disini: Ebook Trading dan Belajar Saham. 

Dengan mengembangkan strategi lanjutan, praktik trading anda bisa lebih variatif dan anda lebih bisa menemukan celah saham2 yang potensial untuk rebound.  

Kembali lagi, intinya kalau anda mau benar-benar bisa jadi analis teknikal, dua poin pertama setidaknya harus sudah anda pegang terlebih dahulu. Anda hendaknya belajar analisa teknikal yang sering dan umum digunakan dalam analisis. Got it

Setelah anda sudah menguasai analisis teknikal tersebut, anda bisa mengembangkan lagi. And of course,, anda nggak perlu analisis yang rumit dan aneh2 untuk bisa menjadi ahli dalam analisis teknikal. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.