Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Tips Agar Tenang Ketika Membeli Saham

Dalam trading saham, saham yang anda beli belum tentu pasti akan langsung naik keesokan harinya. Harga saham yang turun dari harga belinya, bahkan kalau sudah turun 10 poin lebih, hal ini seringkali membuat trader menjadi tidak tenang. Bahkan trader pemula bisa menjadi panik (panic selling).

Trader yang melihat saham yang dibeli harganya tiba2 turun dalam seminggu misalnya, trader akan cenderung memantau terus sahamnya setiap 10 menit, 20 menit dengan harapan harga saham akan rebound. 

Sebenarnya, anda bisa memasang advanced order agar anda nggak terus melihat layar monitor anda setiap saat, tapi yang namanya perasaan nggak tenang, panik, maka trader pun pasti nggak akan tahan kalau nggak melihat harga sahamnya (antara khawatir harga saham turun lagi dan berharap harga saham akan naik). 

Logikanya, mana enak sih membeli saham tapi perasaan anda nggak tenang?  

Maka dari itu, agar anda tetap bisa tenang setelah anda membeli saham adalah, belilah saham2 yang at least, memiliki fundamental yang bagus juga, walaupun anda seorang trader. Terutama kalau anda adalah trader yang tidak punya banyak waktu untuk memantau pasar saham, maka ada baiknya anda menghindari saham2 lapis tiga. 

"Mengapa Pak Heze menyarankan membeli saham2 yang fundamentalnya bagus? Bukankah saham2 yang fundamentalya biasa2 saja return-nya terkadang bisa lebih tinggi?" Tanya anda

Intinya begini, sebenarnya selama perusahaan tidak memiliki masalah fundamental apapun, atau bahkan fundamentalnya sedang bagus, maka penurunan harga saham yang terjadi biasanya lebih karena faktor koreksi saja, bukan karena adanya berita negatif terkait perusahaan tersebut. 

Sebagai contoh, saat saham2 blue chip seperti TLKM yang harganya sempat jatuh dari 4.700 sampai ke level 3.900, dan mulai banyak trader yang khawatir kalau TLKM akan kembali ke 3.000. Nyatanya TLKM mampu kembali naik sampai ke 4.300. 

Atau saham ASII yang pernah jatuh dari harga 9.000 hingga 7.800. Tapi ternyata ASII mampu balik lagi sampai harga 8.400.

Atau kalau anda ingin lihat contoh yang lebih ekstrem lagi, kita kembali melihat kondisi saham2 blue chip atau saham2 non blue chip yang fundamentalnya bagus di tahun 2015. Saham2 seperti BBRI, BBCA, UNVR, harga sahamnya jatuh tanpa ampun. Tapi tidak lama kemudian harga sahamnya balik uptrend lagi.

Hal ini berbeda kalau anda membeli saham seperti TRAM atau ENRG. Kalau saham anda jatuh, anda pasti nggak tenang, kepikiran terus dan bahkan akan terus memantau layak setiap saat. 

Jadi kalau anda beli saham2 yang fundamentalnya masih oke walaupun anda trader, saat harga saham turun dan anda benar2 terlambat cut loss, anda sebenarnya nggak usah terlalu panik kalau terjadi hal2 yang buruk pada saham anda. Selama fundamental bagus dan tidak ada masalah apapun dengan perusahaannya, harga sahamnya pasti akan bergerak mengikuti fundamentalnya.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.