Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Mengantisipasi Perubahan Tren Harga Saham

Dalam trading, pernahkah anda menemukan saham yang awalnya uptrend atau trennya lagi fine-fine saja, tapi tiba-tiba tren saham tersebut berubah drastis menjadi downtrend dalam waktu cepat dan pola downtrend ini terjadi selama berhari-hari?  

Di pasar saham hal ini bukanlah hal yang asing, karena kalau anda sudah sering trading, anda pasti sering menemukan saham2 seperti ini. Nah, masalahnya tren saham yang tiba2 berubah ini sering mengocok trader. 

Trader yang awalnya berpikir: "Wah ini saham kayaknya udah mulai uptrend.. Waktunya beli 100 lot". Waktu dibeli, tiba2 harganya langsung anjlok drastis, sehingga trader yang awalnya ingin mendapatkan profit dalam seminggu, sahamnya malah nyangkut. 

Saham LSIP (Klik grafik untuk memperbesar)

Seperti contoh saham LSIP diatas, you see? Ada perubahan tren harga saham yang sangat drastis. Awalnya LSIP terlihat uptrend, namun tiba2 tren LSIP berubah cepat menjadi downtrend. 

Sehingga kalau anda membeli LSIP, katakanlah pada harga yang saya beri tanda lingkaran, maka saham anda hanya naik sedikit, lalu setelah itu, sahamnya akan jatuh lebih dari satu bulan. 

Berhubung saham yang memiliki tren seperti ini tidak hanya satu-dua saham saja, maka di pos ini saya akan membeberkan sedikit-banyak praktik cara mengantisipasi perubahan tren harga saham, dari tren naik yang berubah menjadi tren turun. 

1. Waspadai saham yang sudah naik kencang, dan sulit naik lagi. 

Dalam analisis teknikal terdapat prinsip: Harga saham tidak akan naik tanpa mengalami koreksi. Jadi kalau ada harga saham yang naik terus, kemudian anda melihat harga saham tiba2 sideways di harga puncak, maka ini adalah tanda2 perubahan arah harga saham.

Sebagai contoh, saham ABCD naik terus selama 1 bulan dari harga 500 hingga ke 2.200. Setelah itu saham ABCD ternyata tidak mampu naik lagi. ABCD hanya bergerak di rentang harga 2.160-2.190 saja. 

Maka, kalau anda menemukan saham yang sulit naik lagi walaupun polanya masih membentuk tren naik, hindari saham tersebut. Jangan beranggapan karena secara major tren saham ini naik, maka harganya pasti masih naik lagi. 

Terkait hal ini, saya pernah membahas secara lengkap di pos ini: Salah Satu Pola Harga Saham yang Berpotensi Turun anda bisa baca-baca lagi pos-nya dengan detail. 

2. Saham yang mulai turun di ujung tren naik 

Ketika harga saham uptrend kencang, tiba2 di ujung tren naik terdapat koreksi, baik koreksi besar maupun koreksi kecil. Secara psikologis, hal ini bisa menandakan bahwa harga saham sudah jenuh beli dan pelaku pasar mulai menunjukkan adanya tanda2 tekanan jual. 

Kembali lagi pada contoh LSIP. Perhatikan grafik LSIP dibawah ini: 


Pada grafik LSIP, perhatikan setelah LSIP mengalami puncak uptrend, mulai terdapat penurunan harga saham (perhatikan tanda persegi). Koreksi yang terjadi memang masih belum koreksi besar. 

Akan tetapi, hal ini menunjukkan bahwa sejatinya harga saham sudah mulai sulit untuk naik lebih tinggi seperti pada uptrend yang terjadi sebelumnya. Setelah mulai terjadi koreksi, harga saham LSIP mulai turun tajam. 

Sebenarnya kalau kita perhatikan lagi grafik LSIP, tanda2 mulai koreksi sudah terlihat sejak LSIP mulai sideways di harga atas. Kalau anda menemukan pola seperti itu, hindari untuk membeli saham tersebut. 

Itulah kedua cara yang sudah sering saya buktikan sendiri untuk mengantisipasi perubahan tren harga saham dari uptrend menjadi downtrend. 

Namun perlu anda ketahui juga, cara ini tentunya bukan rumus atau patokan pasti. Di pasar saham, kita tidak bisa memastikan apa yang terjadi keesokan hari. Secara umum, saham2 dengan ciri2 tersebut memang memiliki potensi untuk turun. Dan yang perlu anda ingat, umumnya hal ini sering terjadi ketika harga saham sedang uptrend kencang. 

Catatan: Sebagian dari anda mungkin membaca pos ini hanya sekilas saja. Coba baca kembali pos ini secara detail dan praktikkan ke saham-saham dalam portofolio anda, apabila saham2 yang anda amati memiliki potensi perubahan pola seperti yang saya sebutkan.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.