Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Koreksi dan Pergerakan Saham-saham Pertambangan

Di pasar saham, pergerakan saham-saham mining seringkali menjadi perhatian trader, termasuk saya sendiri. Hal ini dikarenakan pergerakan saham2 tambang cukup fluktuatif, dan bisa membuat trader untung besar dalam waktu yang tidak lama, atau sebaliknya, harga saham yang turun dengan cepat membuat saham trader jadi nyangkut dalam waktu singkat. 

Itu belum lagi ditambah rencana akuisisi emiten2 pertambangan BUMN oleh PT Inalum, sehingga baik dari banyaknya berita yang beredar, maupun pola chart saham2 tambang sendiri cukup menarik untuk diperhatikan. 

Sepengalaman saya, saham2 mining memang memiliki pergerakan naik-turun yang cukup cepat. Kalau anda koreksi yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, biasanya harga sahamnya akan kembali rebound dalam jangka waktu diatas 1 minggu. 

Coba perhatikan grafik saham beberapa saham mining dibawah ini, saham ADRO, DOID, HRUM.  




Perhatikan pola ketiga grafik saham mining diatas. Kebanyakan saham2 mining terkesan mudah sekali koreksi. Ketika harga sahamnya sudah naik cukup tinggi, atau harga sahamnya sedang sideways, koreksi yang terjadi seringkali adalah koreksi besar yang bisa terjadi secara drastis selama berhari-hari lamanya. 

Tapi setelah itu, di satu titik tertentu, saat harganya sudah benar-benar di harga bottom atau jenuh jual, saham2 mining bisa rebound dengan cepat. Anda bisa lihat contohnya saham DOID diatas. Setelah koreksi tajam, harga sahamnya naik berhari-hari bahkan hampir tanpa koreksi sama sekali. 

Terlepas dari sentimen-sentimen, saham mining ini dari dulu selalu memiliki pergerakan harga saham jangka pendek yang cukup unik.   

Oke, lalu pelajaran apa yang bisa kita ambil dari analisa teknikal saham-saham tambang ini?

Jawabannya adalah: Risiko dan peluang. 

Pertama, risiko. Tidak sedikit saya menemukan trader yang berkonsultasi karena sahamnya nyangkut cukup banyak di saham2 mining. Banyak trader yang sahamnya nyangkut karena gampang terpengaruh untuk membeli saat harganya sudah naik tinggi, dan sudah berada di ujung tren naik. 

Sehingga yang terjadi adalah, saat saham dibeli harganya langsung turun. Dalam hal ini, kalau anda sudah tahu risiko saham2 mining, anda jangan membeli saat harganya sudah naik tinggi. Ada baiknya anda menunggu saham2 mining berada di harga bottom. 

Kedua, peluang. Karena saham2 mining biasanya akan naik kencang setelah koreksi, dan kenaikannya bisa berlangsung lebih dari satu minggu, anda bisa membeli sahamnya ketika harganya sudah berada di-bottom / jenuh jual. 

Bagi anda yang ingin swing trading, anda bisa mengamati saham2 mining ketika harga sahamnya mulai koreksi dan tertahan. 

Sedangkan kalau anda ingin investasi di saham2 tambang, apalagi bagi anda yang suka sama dividen besar, maka anda bisa memilih untuk membeli ITMG dan PTBA yang trennya juga cenderung naik. Apalagi kedua emiten tersebut memang "sangat boros" dividen, dan nominal dividennya jauh lebih besar daripada emiten2 blue chip pada umumnya. 

Catatan: Pos ini adalah paparan analisis, dan bukan rumus pasti. Di pasar saham tidak ada absolut. Saham2 mining umumnya memiliki pola seperti pada analisis yang saya paparkan, namun tidak menutup kemungkinan terdapat perubahan pola harga saham, karena pergerakan harga saham semuanya 'diatur' oleh pasar. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.