Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Teknikal: Harga Saham Naik Drastis Saat Pembukaan

Ketika jam pasar saham dibuka pertama kali, yaitu pada pukul 09.00, harga saham biasanya akan cenderung fluktuatif. Pergerakan harga saham biasanya cukup 'liar' ketika pasar saham dibuka pertama kali. Biasanya, ketika opening ada satu pola pergerakan saham yang cukup menarik perhatian trader, termasuk saya sendiri. 

Pola tersebut terjadi ketika saham tiba-tiba dibuka meloncat dari harga penutupan (closing) hari perdagangan sebelumnya, sehingga terdapat gap up. Gap up artinya harga saham saat pembukaan hari ini (opening) dibuka meloncat dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya (closing). 

Jika anda ingin tahu penjelasan gap up lebih lanjut, anda bisa baca-baca lagi artikel saya disini: Pola Gap Up Pada Saham JPFAKetika terjadi gap up alias  saat opening, biasanya hal ini menunjukkan adanya optimisme pelaku pasar terhadap saham tersebut. 

Artinya, kalau kita lihat dari sisi psikologis maka harga saham biasanya akan diangkat naik tinggi setelah pembukaan. Biasanya gap up ini terjadi karena ada berita atau sentimen positif terhadap perusahaan, atau karena ada akumulasi dalam jumlah besar setelah harganya jatuh. Jadi, ada optimisme pelaku pasar untuk mengangkat harga sahamnya.  

Tapi..... 

Di sisi lain, harga saham yang cepat melonjak saat sesi pembukaan, terutama kalau kenaikannya kencang banget, biasanya kenaikannya tidak akan bertahan dalam jangka pendek. 

Setelah harga saham naik kencang, biasanya harga saham akan turun lagi dengan cepat. Hal ini terjadi karena kenaikan harga saham yang terlalu cepat membuat pelaku pasar "mengerem" laju harga saham agar tidak naik terlalu cepat alias cooling down terlebih dahulu. Kedua, ketika terjadi gap up biasanya pelaku pasar akan cenderung untuk menutup gap nya kembali dalam rentang waktu pendek.  

Sebagai contoh, saham INCO ditutup di harga 2.940 namun keesokan harinya saat dibuka langsung meloncat ke harga pembukaan 3.020. Setelah itu, saat jam market masih dibuka 10 -20 menit pertama, harga saham INCO melesat terus sampai 3.120. Untuk lebih jelasnya perhatikan grafik INCO dibawah ini:


Namun kemudian dalam satu hari setelah menyentuh level 3.120, INCO kembali turun ke harga 3.030. Nah, kalau anda terburu mengejar sahamnya ketika INCO naik ke harga 3.100, maka kemungkinan besar saham anda nyangkut, karena tidak menutup kemungkinan setelah naik kencang, harga saham akan balik turun lagi dengan cepat. 

Perhatikan lagi grafik INCO diatas. Setelah INCO berhasil dibuka membentuk gap up, dan kemudian INCO turun lagi, keesokan harinya (tanda lingkaran) harga INCO masih bergerak sideways di 3.080-an. 

Momen seperti ini umumnya bagus digunakan oleh scalper untuk mencari keuntungan dalam jangka yang sangat pendek. Sedangkan kalau anda bukan tipe scalping, anda bisa menyimpan saja saham tersebut, terutama kalau tren saham sedang bagus atau sedang banyak sentimen positif. 

Tapi kalau anda tipikal trader yang lebih suka wait and see dan menunggu konfirmasi, ada baiknya anda jangan mudah tergiur membeli saham2 yang punya tipikal seperti ini, terutama kalau harganya sedang naik tinggi (dibuka gap up), maka kemungkinan besar setelah harga saham naik, harga saham akan cenderung turun lagi. 

Catatan: Ulasan analisis teknikal di pos ini bukan bersifat RUMUS. Tidak semua saham yang membentuk pola seperti ini harganya akan sulit naik dalam jangka pendek. Setiap saham juga memiliki tipikal yang berbeda-beda sesuai analisis teknikal dan kondisi fundamentalnya. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.