Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Saham: Peluang Saham Konstruksi

El Heze
Ketika suatu sektor usaha mengalami kelesuan yang membuat harga sahamnya jatuh dalam waktu yang cukup lama, cepat atau lama harga sahamnya pasti akan berbalik naik. Hal ini pernah terjadi pada saham-saham di sektor pertambangan tahun 2015-2017. 

Saat harga saham pertambangan sedang jatuh2nya tahun 2015 (yang merupakan puncaknya), kemudian tahun 2016-2017 harga saham2 tambang seperti ADRO, PTBA, UNTR, HRUM, BUMI dan lain2 rebound dengan sangat kencang setelah mencapai titik jenuh kelesuannya. 

Hal yang sama terjadi pada perusahaan2 di sektor properti, atau lebih tepatnya yang akan kita bahas di pos ini adalah sub sektornya, yaitu sub sektor konstruksi terutama konstruksi BUMN. Yang terjadi pada sektor konstruksi adalah harga sahamnya anjlok cukup dalam 

Kejatuhan saham2 kontruksi ini terjadi karena beberapa hal: Sektor properti sendiri yang masih lesu, pembangunan masih belum berjalan sesuai harapan, harga saham konstruksi sebelumnya sudah naik terlalu tinggi.

Banyaknya sentimen2 negatif tentang pembangunan membuat saham konstruksi jatuh semakin dalam. Tapi bagaimana dengan sekarang? Saat ini sudah tidak ada lagi sentimen2 negatif yang membuat saham2 konstruksi jatuh lebih dalam. Perhatikan beberapa grafik saham2 konstruksi WIKA, WSKT, WSBP.



(Klik gambar untuk memperbesar)

Saham2 konstruksi sudah jatuh cukup dalam dan masih berada dalam masa downtrend. Tapi kalau anda perhatikan memasuki 2-3 bulan terakhir di tahun 2017 ini, beberapa saham konstruksi  sempat mencetak rebound yang cukup kencang dan sudah tidak jatuh lebih dalam lagi. 

Kalau melihat saham2 konstruksi seperti WSKT misalnya, yang sempat menyentuh harga 3.000 dan sekarang masih di 2.100, maka bukan tidak mungkin apabila saham2 konstruksi sudah banyak muncul sentimen positif, harga sahamnya akan naik tinggi, seperti halnya saham2 pertambangan. 

Nah, berhubung sudah tidak ada sentimen2 negatif terkait saham konstruksi, kita bisa lihat kedepannya nanti, terutama laporan keuangannya. Jika laporan keuangan bagus dan pergerakan sudah mulai kembali uptrend, anda bisa memborong saham2 konstruksi ini.

Biasanya saham2 yang sudah jenuh jual, tidak turun lagi, dan sudah tidak ada sentimen2 negatif, saham2 seperti ini memiliki PELUANG untuk rebound, kita hanya tinggal menunggu 'pemicu'-nya.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.