Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Trading Saham: Judi, Insting dan Analisis

Dunia saham tidak pernah lepas dari analisis, anggapan2 tentang judi dan insting. Ketiga hal ini kalau boleh saya katakan bedanya tipis. Masalahnya, pasar saham bukanlah ilmu pasti, sehingga analisis sebagus apapun yang anda lakukan, pasti analisis tersebut tetap bisa meleset walaupun kemungkinannya hanya 1%. 

Sehingga, orang awam sering beranggapan bahwa saham itu hampir mirip dengan gambling karena anda tidak bisa memastikan masa depan, anda hanya bisa menebak dengan cara yang edukatif (melalui analisa yang benar). 

Jangankan orang awam,  bahkan sesama pemain saham pun, bagi investor seorang trader adalah gambler. Tidak jarang saya menemukan investor yang mengatakan bahwa seorang scalper adalah seorang gambler.  

Tapi di pos ini saya ingin menekankan pada anda bahwa trading saham bisa menjadi judi atau tidak, itu semua tergantung dari cara anda memperlakukan saham. Saya juga pernah membahasnya disini: Trading Saham: Antara Analisis dan Judi? - Part I dan Trading Saham: Antara Analisis dan Judi? - Part II. 

Memang, terkadang trading saham bisa jadi seperti judi karena kita hanya bisa menganalisis alias meramal apa yang akan terjadi selanjutnya, tanpa tahu apa yang pasti terjadi. Tidak jarang trading saham itu juga dibumbui dengan INSTING trading. 

Kenapa saya katakan demikian? Kalau anda sering mengamati pergerakan harga saham, insting trading anda akan jauh lebih kuat. Sebagai contoh, saya sering diskusi dengan rekan2 trader, terutama beberapa saham yang saya hafal pergerakannya seperti PWON. 

Ketika harga saham PWON masih berada di kisaran 605-650, saya sering mengatakan PWON kepada rekan2 bahwa PWON akan koreksi ke 6o5 jika sudah menyentuh 650 dan PWON akan rebound lagi ke 650 jika memantul dari 605. Hal ini terbukti benar dan terjadi berulang kali sebelum akhirnya PWON membentuk support dan resisten yang baru lagi. 

"Dari mana Bung Heze bisa menganalisis seperti itu?" Tanya anda penasaran

Jawabannya karena insting trading. 

"Jadi Bung Heze, apakah keputusan trading itu juga dipengaruhi insting seseorang? Kalau gitu jadinya mengarah ke gambling donk" Protes anda. 


Keputusan trading akan dipengaruhi oleh insting. Tapiii.. Ada tapinya nih... Semakin sering anda trading, semakin tinggi jam terbang anda, insting trading anda semakin kuat. Tetapi tentunya insting trading di pasar saham bukanlah insting yang ngawur. Insting tersebut diperoleh berdasarkan jam terbang, analisis dan pengamatan yang dilakukan secara terus menerus.

Intinya dalam main saham (trading dan investasi saham), kalau anda selalu mau belajar dan mengembangkan analisis2 yang ada, maka saham sebenarnya bukanlah suatu permainan judi. 

Di dalam main saham ada yang namanya insting trading, trader pasti ujung2nya akan menebak, trader pasti hanya bisa memprediksi bukan memastikan. Namun, semuanya tetap dilakukan dengan dasar analisis. Semua orang memiliki gaya trading sendiri-sendiri, tergantung bagaimana anda memperlakukan pasar saham. 

Ibarat seorang atlet. Pemain bulu tangkis tidak akan cocok jika harus berlaga di tanah liat dengan aturan tenis. Sebaliknya, pemain tenis tidak akan terbiasa jika harus bermain di lapangan badminton.  

Sama dengan pemain saham. Seorang scalper tentu tidak bisa jika dipaksa menjadi seorang value investing. Seorang swing trading tidak akan terbiasa bermain 'tik tok'. Seorang value investing belum tentu bisa menjadi seorang intraday trader. 

Jadi inti dari pos ini adalah: Untuk mendapatkan hasil trading yang baik anda harus mengembangkan analisis trading anda. Analisis trading yang anda lakukan ototmatis akan membentuk insting trading anda. So, saham yang dilakukan dengan analisis tidak akan mengarah pada gambling. Demikian juga dengan insting trading yang anda dapatkan, bukanlah suatu gambling.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.