Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham BUMI: Analisa dan Strategi Trading Saham BUMI

Saham BUMI selalu menjadi saham yang sangat ramai diperbincangkan oleh trader, broker maupun analis. Hal ini dikarenakan pergerakan BUMI selalu mengundang banyak 'kontroversi', dan bandar saham memang demen sekali dengan saham BUMI. Baca juga: Sekelumit Cara Bandar Menggoreng Saham.  

Fluktuatif (naik-turun) pergerakan saham BUMI sangat cepat. Hal ini membuat banyak trader yang mudah tergiur membeli saham BUMI dan ujung2nya banyak yang nyangkut di harga atas. 

Salah satu pergerakan saham BUMI yang 'kontroversi' dan membuat banyak trader nyangkut, salah satunya ketika BUMI akan melakukan konversi utang ke saham, dengan harga konversi Rp926 per saham. Baca juga: Konversi Utang Menjadi Saham, dan Dampaknya pada Harga Saham. 

Ketika mulai beredar spekulasi dan prediksi terkait konversi utang menjadi saham, banyak pendapat2, termasuk bandar yang mengatakan bahwa harga saham BUMI akan diangkat sampai 900. Saat itu harga BUMI masih di kisaran 300. 

Apa yang terjadi kemudian? Benar saja, BUMI dibawa naik terus sampai 520. Namun, ternyata bandar sudah distribusi besar2-an ketika harganya di 520, dan sampai saat pos ini ditulis, harga saham BUMI sempat menyentuh harga terendah di 188.

Saya sudah lama mengamati pergerakan saham BUMI sejak fundamentalnya mulai jatuh dari harga 8.000-an dan kembali menjadi gocap dalam waktu yang cukup lama. BUMI ini merupakan salah satu 'sarang bandar'.

Setiap adanya momen2 akan selalu dimanfaatkan untuk menggoreng sahamnya. Selain itu, tipikal pergerakan BUMI juga sangat ekstrem, di mana kenaikan dan penurunannya bisa terjadi dalam tempo yang sangat singkat

"Jadi gimana nih strategi trading di saham BUMI untuk jangka pendek Pak Heze?''
Tanya anda yang semakin penasaran
 

1. Tradinglah ketika saham BUMI sudah benar2 koreksi dan jatuh

Saya menyarankan anda untuk tidak spekulasi membeli saham BUMI ketika harganya sedang naik kencang. Seperti yang saya paparkan tadi, bahwa BUMI bisa turun drastis (dari 520 menjadi 188) setelah harganya naik, karena BUMI adalah sarang bandar, bandar bisa melakukan distribusi besar2-an yang menyebabkan saham jatuh dalam waktu cepat.

Maka dari itu, tradinglah di BUMI ketika harganya sudah benar2 koreksi dan ada tanda2 pembalikan arah dalam jangka pendek. Bagaimana kita bisa tahu? Baca terussss poin selanjutnya.... 

2. Perhatikan foreign net buy-nya

Ketika harga saham BUMI sudah koreksi dan tertahan, misalnya BUMI sudah turun drastis ke 300, dan sudah sulit turun, kemudian asing sedang melakukan koleksi saham dalam jumlah besar (net buy), maka kemungkinan besar BUMI akan rebound dalam jangka pendek. Disinilah anda bisa memanfaatkan scalping trading (baca poin selanjutnya). 

3. Gunakan strategi scalping (hit and run)

Pada tanggal 15 September 2017, BUMI sempat menyentuh harga tertinggi di 214, tapi kemudian BUMI turun dengan cepat sampai 200. Support 200 kemudian jebol, dan turun ke 188, sehingga BUMI saat itu turun sekitar 8% karena asing masih net sell. Namun di sesi 2, BUMI tertahan di 188 dan mulai rebound ke 190. Saat itu, pemodal asing mulai mencatatkan net buy yang cukup besar..

Melihat situasi tersebut, saya menunggu konfirmasi rebound BUMI 1-2 poin lagi. Dan akhirnya saya memutuskan masuk di harga 194. Kemudian saya menjual di harga 198 hari yang sama (scalping). 



BUMI kemudian ditutup di harga 199. Meskipun BUMI saat itu ditutup melemah di kisaran 4%, tapi trader masih bisa profit dalam kondisi tersebut. Jadi untuk saham BUMI ini, strategi trading yang bagus anda terapkan adalah dengan melihat foreign net buy serta menunggu BUMI koreksi tajam. 

 "Bung Heze, kenapa harus scalping?" Tanya anda

Tren saham yang masih turun dan tipikal saham lapis tiga tidak saya sarankan untuk menyimpan sahamnya dalam jangka waktu yang lama. Apalagi tren yang masih turun, cukup berbahaya apabila anda menyimpan sahamnya selama diatas 1 minggu (swing). 

Sebagai seorang trader, anda harus jeli melihat pola pergerakan saham2 lapis tiga seperti BUMI. Jangan hanya karena emosi dan ingin profit, anda membeli saham BUMI yang sedang naik kencang dalam jumlah besar, dan ujung2nya anda justru harus cut loss ketika tanpa terduga BUMI terus anjlok. 

Itulah sedikit catatan dan strategi trading di saham BUMI dari saya... 

NB: Dengan catatan fundamental BUMI bisa membaik di masa mendatang (bahkan jika suatu saat BUMI bisa kembali menjadi saham blue chip), tentu strategi ini tidak akan berlaku lagi, saat ini BUMI masih menjadi saham lapis tiga. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.